Visi Misi Kemenpar, Homestay Dan Progress Homestay

Selasa, 19 September 2017

0

2442

Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Pariwisata Tahun 2015 – 2019 yang mengacu pada usulan Rencana Jangka Menengah yang disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Rencana Jangka Menengah Nasional, serta mengemban amanat visi dan misi Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagaimana tertuang dalam NAWA CITA. Sebagai industri jasa, sektor Pariwisata telah memberikan kontribusi dan peran strategis dalam pembangunan perekonomian nasional, pengembangan wilayah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kontribusi dalam menyumbangkan devisa, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, disamping peran sosial, budaya dan lingkungan dalam kerangka pelestarian sumber daya alam dan budaya, maupun dalam meningkatkan rasa cinta tanah air dan perekat persatuan bangsa.
Amanat Presiden Republik Indonesia, bahwa Pariwisata Indonesia diharapkan dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi sektor strategis dan pilar pembangunan perekonomian nasional serta akan dapat mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara sebesar 275 juta perjalanan pada tahun 2019 mendatang. Untuk itu diperlukan strategi pengembangan yang disusun menjadi 3A yaitu Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas. Homestay merupakan konsep yang sangat sesuai untuk mendukung pengembangan amenitas pariwisata nasional, mengingat, potensi terbesar pariwisata Indonesia ialah budaya dan alam.
Dalam upaya menjaring gagasan terbaik dari anak negeri, Kementerian Pariwisata bersama Badan Ekonomi Kreatif dan PT. Propan Raya ICC telah mengadakan Sayembara Desain Rumah Wisata dengan Arsitektur Nusantara pada tahun 2016 yang diikuti oleh peserta 1.279 arsitek dengan 728 karya. Antusiasme yang luar biasa dari anak muda Indonesia membuat Sayembara Rumah Wisata (Homestay) Nusantara menjadi Sayembara dengan peserta terbanyak di Indonesia, dan mencetak rekor MURI. Tiga puluh (30) karya peserta sayembara yang terpilih akan menjadi inspirasi untuk membangun homestay di Destinasi Pariwisata. Trend Homestay Desa Wisata akan sangat cocok untuk Indonesia yang memiliki keragaman dan 74.959 desa yang saat ini ada.
Konsep homestay memadukan antara penginapan dengan biaya terjangkau dan pengalaman budaya lokal yang otentik. Pengembangan homestay akan dilakukan dengan menggerakkan komunitas lokal di desa, sebagai bagian dari pengembangan Desa Wisata. Program ini diharapkan juga akan memiliki dampak positif yang lebih luas. Homestay Desa Wisata memiliki segi atraksi wisata dan segi amenitas. Segi atraksi wisata berarti bahwa memiliki daya tarik wisata khususnya wisata budaya dengan mengangkat kembali Arsitektur Tradisional Nusantara dan lokasinya yang berada di Desa Wisata sehingga wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sedangkan segi amenitas berarti menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat & wisatawan dengan pengelolaan Homestay berstandar Internasional.
Skema pembangunan dan pengembangan homestay dibagi menjadi 4 tipe, yaitu sebagai berikut:
1. Konversi adalah penambahan kualitas interior dan peningkatan homestay untuk bangunan yang telah memenuhi kriteria homestay secara fisik;
2. Renovasi adalah perbaikan/penambahan sebagian bangunan eksisting, untuk peningkatan homestay;
3. Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran/degradasi. Skala revitalisasi ada tingkatan makro dan mikro (Danisworo, 2002) dimana Kementerian Pariwisata fokus pada revitalisasi skala mikro yaitu untuk rumah adat, dan
4. Pembangunan Baru adalah pembangunan dari lahan kosong dengan desain sayembara homestay arsitektur nusantara atau produk/model lain dengan menggunakan material lokal.
Dengan program ini Kementerian Pariwisata mengajak melestarikan Arsitektur Nusantara melalui Homestay Desa Wisata.
Berikut gambar Pemenang Sayembara Homestay 2016: