UNWTO Regional Seminar For Tourism Exchange For Small Island, 22 - 23 February 2011, Denpasar, Bali

Jumat, 6 Januari 2012

0

60

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berkerjasama dengan World Tourism Organization (UNWTO) dan Global Development Learning Network (GDLN) Universitas Udayana telah menyelenggarakan Regional Seminar for Tourism Exchange for Small Island Countries pada tanggal 22-23 Pebruari 2011 di Gedung GDLN Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Seminar ini dilaksanakan dengan menggunakan media komunikasi jarak jauh (teleconference) yang yang melibatkan 6 (enam) negara peserta di kawasan Asia Pasifik, antara lain: Fiji, Indonesia, Jepang, Maldives, Timor Leste dan Vanuatu.

Seminar ini mendapat sambutan antusias dan diskusi aktif dari para peserta yang hadir 50 orang. yang terdiri dari akademisi, industri pariwisata, asosiasi pariwisata, NGOs, pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Dalam pembukaan kegiatan ini Mr. Yuichiro Honda dari UNWTO Regional Support Office for Asia and the Pacific yang berada di kantor APTEC Jepang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dukungan pihak UNWTO untuk meningkatkan pembangunan pariwisata di pulau " pulau kecil bagi negara-negara peserta teleconference.

Moderator, pembicara sekaligus konsultan UNWTO Pusat, Mr. Paul Rogers memberikan paparan mengenai Tourism Exchange for Small Islands dari Japan.

Pembicara internasional maupun nasional yang hadir di bali adalah:
a) Mr. Tetsuo Umemura, Professor, University of the Ryukyus dengan paparan mengenai Sustainable Tourism and Human Resource Development in Pacific Island Countries;
b) Mr. Akahiko Hosaka, Japan Association of Travel Agents (JATA) dengan paparannya Encouraging Tourism Exchange with South Pacific Island Countries
c) Mr. Ary Suhandi, Indecon dengan paparan Sustainable Tourism Development in Small Island; dan
d) Mr. I Made Suarnatha, Bali DWE (Desa Wisata Ekologi) dengan paparan A Community-based Ecotourism in Bali

Sedangkan, pembicara lain menyampaikan Country Report dari negara asalnya, yaitu: Fiji, Maldives, Timor Leste dan Vanuatu.

Agenda yang didiskusikan dalam workhop ini adalah bagaimana meningkatkan pembangunan pariwisata di pulau-pulau kecil dan berbagi pengalaman antara ke-6 negara dalam membangun dan mempromosikan destinasi pariwisata di pulau-pulau kecil. Selain itu, Mr. Akahiko Hosaka dari JATA juga memberikan peluang kepada negara-negara peserta teleconference untuk meningkatkan jumlah wisatawan Jepang dengan menyampaikan karakteristik wisatawan Jepang.

Selain pelaksanaan di Bali, Seminar melalui teleconference ini juga disaksikan di oleh 20 peserta pasif dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Kementerian Pendidikan Nasional di ruang teleconference Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.