The 2nd T.20 Tourism Minister Meeting 11-13 Oktober 2010, Buyeo, Republik Korea

Sabtu, 7 Januari 2012

0

69

Pada tanggal 11 " 13 Oktober 2010, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, menghadiri pertemuan kedua Menteri-Menteri Pariwisata dari negara-negara yang menjadi anggota G-20. (the 2nd T.20 Tourism Ministers Meeting) yang diselenggarakan di Buyeo, Republik Korea (RoK).

Pertemuan dipimpin oleh Ketua T.20 2010, Menteri Budaya, Olahraga dan Pariwisata ROK dan dihadiri 16 negara anggota G-20 (Jerman, India, AS dan Inggris tidak hadir), 3 negara tamu (Malaysia, Thailand dan Ghana) serta 5 organisasi internasional (United Nations World Tourism Organization (UNWTO), International Labor Organization (ILO), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), International Trade Center (ITC) dan Pacific Asia Travel Assocation (PATA). Pejabat setingkat menteri yang hadir berjumlah 8 orang.

Rangkaian pertemuan terdiri dari High Level Officials Meeting (HLOM) dan lima sesi pembahasan yang masing-masing untuk Strengthening the Analytical Case for Tourism, The T.20-Leadership in Positioning Tourism in the Global Agenda, Tourism and Development-Contributing to a Strong, Sustainable and Balanced Growth, T.20 Communique dan Next Step and Other Business.

Pada kesempatan tersebut Sekjen Kembudpar menyampaikan posisi Indonesia terkait upaya mendukung pencapaian MDGs melalui Kebijakan Pro-poor, Pro-Job, Pro Growth dan Pro-environment yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden RI sebagai landasan di dalam pembangunan perekonomian Nasional. Kebijakan ini telah diimplementasikan di sector pariwisata melalui program-program yang mendorong pertumbuhan pariwisata di Pedesaan, pariwisata yang berbasis lingkungan, dalam bentuk PNPM Mandiri, Pengembangan Desa Wisata, pengembangan Ekowisata.

Sebagai kelompok negara yang GDP kumulatifnya mencapai sekitar 80% GDP dunia dan mendominasi tujuan wisata global, G20 memiliki tanggung jawab untuk ikut melindungi dan mempromosikan global sustainable tourism sebagai salah satu sarana penting dalam memajukan perekonomian global. G20 sendiri dihimbau kesadarannya atas pentingnya kontribusi pariwisata terhadap upaya pemulihan dan pelestarian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, T.20 akan melaksanakan proses dan mekanismenya dalam upaya mengarusutamakan dan meningkatkan kontribusi pariwisata pada upaya pembangunan global tanpa menjadi beban bagi proses G20 dan justru mendukung berbagai inisiatif G20

Dalam kesimpulannya disepakati bahwa T.20 tidak akan dilembagakan secara formal sebagai organisasi namun lebih sebagai forum yang diharapkan dapat memberi nilai tambah terhadap berbagai proses multilateral, regional dan nasional dalam meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap upaya pembangunan ekonomi global yang berkelanjutan. Forum akan bertemu setahun sekali dan diharapkan dengan tingkat kehadiran tertinggi.

Beberapa hal penting yang dihasilkan dari pertemuan adalah:

  1. Buyeo Communique yang salah satu pokoknya meminta Menteri Budaya, Olahraga dan Pariwisata ROK untuk menyampaikan kepada Presiden ROK selaku Ketua G20 2010 pentingnya kontribusi pariwisata terhadap inisiatif G-20 untuk mencapai shared growth setelah krisis terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan agenda pembangunan,
  2. kesepakatan untuk menjaga keberlangsungan penyelenggaraan pertemuan T.20 dan
  3. kesediaan Perancis untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan T.20 ke-tiga pada tahun 2011.