Semiloka Penulisan Sejarah: Perkembangan Islam di Nusantara

Rabu, 4 Januari 2012

0

272

Pada tanggal 21 Juli 2011, Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili oleh Direktur Nilai Sejarah, Drs. Shabri Aliaman secara resmi membuka kegiatan Semiloka Penulisan Sejarah: Perkembangan Islam di Nusantara yang diselenggarakan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Acara semiloka ini dihadiri oleh penulis, narasumber, editor, pembahas, dan undangan yang mewakili berbagai instansi pemerintahan dan permuseuman di Yogyakarta, serta dihadiri oleh media massa lokal Yogyakarta.

Dalam kata sambutannya, Direktur Nilai Sejarah menyatakan bahwa kegiatan semiloka adalah salah satu aktivitas dari kegiatan Penulisan Sejarah: Perkembangan Islam di Nusantara. Gagasan kajian sejarah berawal dari pemikiran anggota DPR bahwa perlu digagas suatu tempat atau suatu museum yang didalamnya akan penuh dengan koleksi-koleksi perkembangan Islam di Nusantara. Untuk kajian akademik penulisan sejarah Perkembangan Islam di Nusantara dilakukan oleh Direktorat Nilai Sejarah. Hasil naskah akademik akan diperuntukkan kepada Direktorat Permuseuman yang nanti akan melakukan mewujudkan pembangunan Museum Islam Nusantara. Hasil penulisan akan menjadi road map tentang bagaimana sejarah dapat divisualisasikan di dalam museum.

Dalam kegiatan Semiloka yang juga dihadiri oleh beberapa tokoh dan cendikiawan muslim di Indonesia seperti Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif (Mantan Ketua PP Muhammadiyah) dan Dr. Endang Turmudi (Sekjen PB NU) dihasilkan beberapa kesepakatan yang nantinya akan menjadi bahan masukan kepada tim penulis untuk memperbaiki naskah Penulisan Sejarah: Perkembangan Islam di Nusantara. Beberapa kesapakatan yang dihasilkan antara lain sebagai berikut:
1. Naskah yang telah disusun diperbaiki oleh tim penulis berdasarkan hasil kesepakatan rapat persiapan pada tanggal 26-27 Mei 2011 di Bogor dan masukan-masukan dari pembahas dan peserta Semiloka di Yogyakarta tanggal 20-22 Juli 2011.
2. Panitia akan mengundang tim penulis dan narasumber untuk rapat mengenai perbaikan naskah pada awal Agustus 2011 untuk menentukan penulis yang akan mengerjakan perbaikan naskah.
3. Naskah akademik ini akan dijadikan panduan dan petunjuk teknis bagi museolog dan museograf dalam proses penentuak koleksi, tata pamer, dan lain-lain yang terkait dengan pembangunan museum yang baik, lengkap, dan menarik.
4. Diperlukan pertemuan segera di dalam satu forum antara tim penulis dan narasumber pakar sejarah dengan pihak museologi, anggota DPR Komisi X, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala (sebagai pemangku kepentingan), dan pihak terkait lainnya.
5. Pihak pemangku kepentingan tetap selalu melakukan koordinasi dengan tim penulis dan narasumber pakar sejarah dalam proses pelaksanaan selanjutnya.

Hasil akhir dari Penulisan Sejarah: Perkembangan Islam di Nusantara adalah naskah akademik yang akan menjadi panduan bagi pemangku kepentingan pembangunan Museum Islam di Nusantara, sehingga masyarakat di Indonesia dapat mengetahui secara lebih mendalam mengenai Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia.