Sambutan Menparekraf Pada Acara MOU Kemenparekraf dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Senin, 27 Februari 2012

0

758

Kak Andi,

Kakak Azrul Azwar Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

dan tentu Kakak-kakak yang lain dari Pramuka maupun dari Kakak-kakak Pelatih, Pembina, Pamong  dan Instruktur Gerakan pramuka,

dan seluruh tamu hadirin yang berbahagia,

dan teman-teman dari media, selamat siang dan salam pramuka.

 

Mudah-mudahan benar itu tadi salamnya, karena sudah lama, kami waktu kecil juga jadi pramuka Pak Azwar, jadi masih lupa-lupa ingat. Masih ingat diajarkan bagaimana berkemah dan lain sebagainya dan saya rasa sebagai anak-anak pasti itu suatu memori yang kita bawa sampai kita besar dan itu memang saya rasa tujuan utama dari gerakan pramuka mendidik dari dini mengenai nilai-nilai, mengenai karakter dan tentunya juga skill. Banyak skill yang diajarkan, seingat saya waktu kami juga masih SD, kami menjadi anggota dari Pramuka.

Kami  tentunya menyambut sangat baik MOU yang baru saja kita tandatangan dalam rangka peran daripada gerakan pramuka dan anak-anak muda untuk mendukung tugas kami di sektor pariwisata maupun nanti pada akhirnya saya setuju kita akan kembangkan satuan karya ini juga untuk ekonomi kreatif. Tapi jika kita bicara tugas kita di pariwisata, sebetulnya kami melihat peran daripada gerakan pramuka ataupun keuntungan dan benefit yang bisa saling kita kembangkan ke depan. Tentunya pertama kalau kita lihat satuan karya yang telah kita bentuk itu terkait dengan krida penjuru pariwisata, krida pemanduan wisata dan krida kuliner wisata.

Kita mempunyai tugas Sadar Wisata, jadi bagaimana masyarakat setempat di lokasi wisata maupun masyarakat yang datang untuk berwisata itu Sadar Wisata. Dan Sadar Wisata itu sebetulnya basisnya adalah prinsip-prinsip Sapta Pesona yang dikembangkan dari awal Kementerian ini dibentuk, semoga saya ingat Sapta Pesona itu, yakni tujuh karakteristik atau prinsip wisata yang kita harapkan adalah aman, tertib, ramah, bersih, indah, sejuk, dan kenangan.  Itu sangat powerfull menurut saya. Saya waktu diceritakan itu tahun 80-an dari Pak Soesilo Soedarman, itu sangat bercerita banyak yang memang itu adalah tujuh prinsip yang harus kita kembangkan di tempat lokasi wisata maupun di masyarakat kita. Sehingga kalau aman kita sudah kerjasama dengan polisi. Untuk menjaga keamanan di tempat-tempat objek vital pariwisata dan kita juga sudah punya polisi pariwisata. Nah sekarang kita harapkan peran daripada gerakan Pramuka dan nanti yang akan memilih untuk menjadi anggota di kriya-kriya tersebut adalah untuk yang lain. Bersih, Tertib, Indah, Sejuk dan Kenangan, dan Kenangan dan Ramah  itu bisa masuk di dalam pemanduan, kriya pemanduan dan  sudah cocok dengan pandu, kan kita selalu mengenal Pramuka juga itu sebagai Pandu.  Jadi ini enam aspek yang sangat bisa dikembangkan oleh gerakan Pramuka.

Kebersihan itu menurut saya saat ini menjadi prioritas nomor satu, karena kita kemana-mana ke tempat wisata memang aspek kebersihan masih sangat-sangat harus kita perhatikan dan harus kita benar-benar kembangkan bagaimana masyarakat setempat, bagaimana peran dari Pramuka untuk bergerak dan mempunyai gerakan untuk menjaga kebersihan di semua tempat yang indah di Indonesia.

Kita juga punya gerakan yang baru lahir, namanya Indonesia Indah. Itu bagian dari aksi Nasional, Gerakan Bersih Indonesia, ada Indonesia Bersih, Indonesia Asri dan Indonesia Indah. Jadi kita diminta, di Kementerian di dalam koordinasi untuk menjadi Lead dalam Indonesia Indah, inilah bagaimana menjaga tempat-tempat kita supaya indah. Ini juga akan menjadi kita harapkan dukungan dari tiga satuan karya yang telah dibentuk.

Aspek ketiga adalah bagaimana Skill, kita harapkan juga menyumbang untuk pengembangan skill dan kualitas dari anak-anak muda kita melalui gerakan pramuka. Skill untuk bergerak di bidang pariwisata, apakah sebagai pemandu, apakah sebagai wirausaha di dalam bidang pariwisata, itu semua juga kita harapkan bisa dihasilkan oleh kerjasama kita ini, kita mempunyai target 15.000 tenaga kerja pariwisata yang akan tersertifikasi di tahun ini. Dan untuk dua tahun ke depan bisa mencapai 50-an ribu. Jadi kita harapkan anggota-anggota yang akan ikut di dalam satuan kriya pariwisata ini bisa juga nanti mendapat sertifikasi, apakah sebagai pemandu, apakah sebagai kegiatan lain yang ada di profesi yang ada di pariwisata, sehingga mereka bisa mendapat pekerjaan, mereka bisa menjadi wirausaha dan inilah yang akan menyumbang kepada kualitas bukan saja kepada gerakan pramuka tetapi juga kepada pendukung-pendukung dari sektor pariwisata, karena sektor pariwisata ini sangat-sangat SDM Intensive, karena kita memang dalam sektor yang harus melayani dengan baik, dengan ramah dan memberi kenangan yang baik.

Kenapa harus memberi kenangan? supaya wisatawan ini kembali ke tempat itu. Jadi ini adalah bagian yang kita harapkan bisa kita kerjakan, kerjasamakan, dan kami sangat bergembira bahwa kita bisa bekerjasama dengan Pramuka, karena Pramuka bisa benar-benar menjadi gardu di depan. Ada 320 ribu gugus depan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan anggota yang kami juga tadi agak terkejut jumlahnya anggota Pramuka 21 juta. Ini benar-benar pasukan yang luar biasa yang saya sangat gembira  ini akan sangat mendukung apa yang kita harapkan bisa kita capai ke depan. Terakhir saya ingin hanya menggarisbawahi memang sektor pariwisata ini sangat berpotensi baik dari segi kontribusi ekonominya, penciptaan lapangan kerja, penghasilan penerimaan dan itu bukan saja wisatawan asing justru wisatawan dalam negeri yang sangat berpotensi besar dengan sekitar 127 juta wisatawan nusantara yang sudah ada di data kita dengan mereka rata-rata jalan dua kali setahun jadi 230 sekian juta jumlah perjalanan yang terjadi dalam satu tahun dan penerimaannya itu sebenarnya dua kali lebih besar dari wisatawan asing yang jumlahnya 7,6 juta dengan target kita 8 juta tahun ini.

Ini semua berpotensi ekonomi yang besar, tetapi saya juga ingin menggarisbawahi yang tadi disampaikan oleh Ka Andi, sebetulnya kita tidak hanya melihat pariwisata maupun ekonomi kreatif dari segi kontribusi ekonominya, tetapi bagaimana itu membangun karakter bangsa yang di dalam menciptakan nilai-nilai cinta negara, cinta bangsa, karena kita menghargai keindahan alam, kekayaan warisan budaya kita dan sejarah kita yang demikian kayanya. Dan dengan mereka ikut Kriya Wisata maupun nanti kita harap Sapta Kriya yang lain di bidang Ekonomi Kreatif mereka akan mempunyai apresiasi yang lebih mendalam mengenai kekayaan negara ini sendiri. Disitu akan terbangun rasa bangga mengenai negaranya sendiri dan menurut saya itu nilainya mungkin sama besarnya atau lebih besar dari nilai ekonomi dari sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Jadi kami berharap ke depan kita akan membangun kerjasama yang lebih baik dan saling menguntungkan dan menyumbang kepada pembangunan tunas-tunas muda dengan karakter yang tangguh, mandiri dan mencintai dan bangga mengenai bangsanya sendiri dan dengan skill yang akan memberikan mereka pekerjaan dan nafkah ataupun karier ke depan, baik sebagai profesional maupun sebagai wirausaha. Demikian dan kami harap ke depan juga dengan Kementerian Pemuda & Olahraga kita bisa menjalin kerjasama yang lebih intensif, termasuk di bidang olahraga. Olahraga itu sangat akan mendatangkan wisatawan dan banyak hal yang bisa kita kerjasamakan ke depan.

Demikian, terima kasih, salam pramuka dan tepuk pramuka.