Dampak Event Pariwisata

Selasa, 14 Juni 2011

1

2081

1.1.          Latar Belakang

Kepariwisataan Indonesia merupakan penggerak perekonomian nasional yang potensial untuk memacu pertumbuhan perekonomian yang lebih tinggi di masa yang akan datang. Pada tahun 2008 kepariwisataan Indonesia berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp. 153,25 trilyun atau 3,09% dari total PDB Indonesia (BPS, 2010). Pada tahun 2009, kontribusinya meningkat menjadi 3,25%. Pertumbuhan PDB pariwisata pun sejak tahun 2001 selalu menunjukkan angka pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan PDB nasional. Walaupun masih menunjukkan angka sementara, pada tahun 2009 pertumbuhan PDB pariwisata mencapai 8,18%, sedangkan PDB nasional hanya 4,37%. Pada tahun yang sama, devisa dari pariwisata meurpakan kontributor terbesar ketiga devisa negara, setelah minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Peringkat ini menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat sejak tahun 2006 yang hanya menempati peringkat ke-6 dari 11 komoditi sumber devisa negara.

 Berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kinerja kepariwisataan Indonesia sebagai sektor andalan pembangunan nasional terus dilakukan, antara lain dengan menyelenggarakan program Visit Indonesia Year yang terakhir ini dilaksanakan pada tahun 2009 dengan tema “Marine & MICE”. Penyelenggaraan MICE diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara, domestik, maupun mancanegara ke Indonesia untuk mengejar target jumlah kunjungan yang telah ditetapkan.

Dalam rangka mendukung program tersebut, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan 13 destinasi MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) unggulan, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, Batam-Bintan, Padang-Bukittinggi, Makassar, Manado, Palembang, Mataram, dan Bandung. Penetapan 13 destinasi MICE unggulan ini telah mendorong diselenggarakannya ratusan event nasional maupun internasional di Indonesia setiap tahunnya. Pada tahun 2008, di Indonesia telah diselenggarakan 400 event nasional dan 225 event internasional. Pada tahun 2009, sampai bulan April saja sudah mencapai 164 event nasional dan 181 internasional.

Penyelenggaraan event yang telah berlangsung di Indonesia memberikan dampak positif maupun negatif terhadap destinasi penyelenggara, baik manfaat ekonomi, sosial, maupun budaya. Belum banyak, bahkan sangat sedikit penelitian yang menganalisis dampak penyelenggaraan event di Indonesia.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia saat ini sedang menyelenggarakan kegiatan Penelitian Dampak Event Pariwisata, dengan fokus pada dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan event. Lima destinasi MICE unggulan menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu Batam-Bintan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu melakukan kegiatan penelitian dengan judul penelitian Dampak Eventt Pariwisata. Melalui kegiatan ini, maka diharapkan  dapat diketahui dampak eventt pariwisata dalam pembangunan kepariwisataan di Indonesia.

 

1.2.          Masalah

Dalam kegiatan pada suatu eventt di daerah belum diketahui secara jelas dan terukur mengenai dampak ekonomi dari penyelenggaraan suatu eventt. Bagaimana dampaknya kepada masyarakat baik sebelum maupun saat eventt berlangsung. Pada penelitian ini mencoba untuk membahas permasalahan tersebut.

 

1.3.          Tujuan dan Sasaran

Penulisan laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran hasil survei persepsi terhadap dan dampak ekonomi dari penyelenggaraan eventt di Bali,Bandung, Jakarta, P.Bintan dan Yogyakarta.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sasaran yang ditetapkan adalah:

1.     Teridentifikasinya karakteristik perjalanan wisata peserta/pengunjung event selama berada di destinasi event.

2.     Teridentifikasinya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan event dan dampak ekonomi yang diperoleh.

3.     Teridentifikasinya persepsi peserta/pengunjung dan masyarakat tentang penyelenggaraan event.

 

1.4.          Ruang Lingkup

Kebijakan pemerintah dalam melakukan promosi pariwisata atau mengikuti eventt-eventt pariwisata baik di dalam maupun luar negeri merupakan kebijakan yang harus didukung oleh berbagai pihak dalam upaya memajukan kepariwisataan dan mendorong perekonomian nasional.

1. Lingkup wilayah

Yang menjadi lokasi penelitan adalah penyelenggaraan eventt yang diselenggarakan di Provinsi Bali, Provinsi Yogyakarta, Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Kepulauan Riau.

2. Lingkup Penelitian

Lingkup materi laporan survei Penelitian Dampak Event Pariwisata mencakup:

a.     Karakteristik responden pengunjung/peserta event pariwisata.

b.     Karakteristik responden masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan event pariwisata.

c.      Karakteristik perjalanan wisata pengunjung/peserta event pariwisata.

d.     Keterlibatan masyarakat sekitar lokasi penyelenggaraan event pariwisata.

e.     Dampak ekonomi yang diperoleh masyarakat sekitar lokasi penyelenggaraan event pariwisata.

 

1.5.          Masukan (Input)

Dalam upaya mencapai sasaran penelitian, maka memerlukan masukan dan kebutuhan untuk melasanakan penelitian ini, antara lain anggaran yang tersedia/ dana, SDM, waktu, Pokja dan dokumen lainnya.

 

1.6.          Metode Penelitian

Metode dalam melaksanakan penelitian ini dengan melakukan survey. Sedangkan pengumpulan data yang akan digunakan melalui:

  1. Studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data kepustakaan dilakukan terhadap data dan informasi dalam bentuk buku, laporan, hasil penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, makalah dan jurnal yang terkait dan relevan dengan dampak eventt kepariwistaan.
  2. Data primer, sebagai data utama, dalam penelitian ini pengumpulan data    menggunakan observasi dan wawancara guna memperoleh fakta terkini tentang data dan informasi yang terkait dengan dampak eventt kepariwisataan di daerah lokasi penelitian;

Sebagai pengumpulan data, peneliti menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup untuk pengunjung dan menggunakan pertanyaan terbuka untuk masyarakat. Masyarakat yang dimaksud terdiri dari beberapa kelompok yaitu kelompok pengusaha, kelompok petani, masyarakat industry dan masyarakat di sekitar  eventt berlangsung.

1.6.1. Instrument Penelitian

data yang dikumpulkan untuk mendukung Penelitian Dampak Event Pariwisata dijaring dengan menggunakan dua alat survei, yaitu pedoman wawancara dan kuesioner. Pedoman wawancara dibuat untuk menjaring informasi dari pengelola event pariwisata. Sementara itu, kuesioner dibuat dan disebarkan untuk memperoleh informasi dari responden peserta/pengunjung dan masyarakat.

Informasi yang dijaring dengan pedoman wawancara adalah informasi tentang hal-hal berikut ini:

1.     Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam event yang diselenggarakan dan pencapaian target jumlah peserta.

2.     Daerah/negara asal peserta event.

3.     Metoda yang digunakan untuk mempromosikan event.

4.     Lama waktu penyiapan event.

5.     Lama tinggal peserta di lokasi event.

6.     Tenaga kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan event.

7.     Dampak ekonomi terhadap masyarakat lokal.

8.     Tujuan utama penyelenggaraan event.

9.     Frekuensi penyelenggaraan event.

10.  Urgensi untuk diselenggarakan lagi tahun depan.

Kuesioner yang disebarkan kepada responden peserta/pengunjung bertujuan untuk menjaring informasi tentang:

1.     Profil peserta/pengunjung (karakteristik demografis, geografis, dan ekonomi).

2.     Pola perjalanan responden selama berada di destinasi event (sumber informasi, moda transportasi, teman dalam mengikuti event, pengatur kegiatan, akomodasi, lama tinggal, pola pembelian makanan/minuman, pola pembelian cenderamata, kegiatan dan tempat yang paling disukai).

3.     Pola pengeluaran selama berwisata (rata-rata pengeluaran dan komposisinya).

4.     Persepsi peserta/pengunjung terhadap penyelenggaraan event.

Kuesioner lainnya disebarkan kepada masyarakat sekitar lokasi penyelenggaraan event dan  bertujuan untuk menjaring informasi tentang:

1.     Profil masyarakat (karakteristik demografis, geografis, dan ekonomi).

2.     Keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan event (jenis keterlibatan, lama keterlibatan, serta hal berkesan/mengganggu dan manfaat yang dirasakan selama keterlibatan).

3.     Dampak ekonomi yang diperoleh masyarakat (penghasilan tambahan yang diperoleh dari event dan manfaat ekonomi lain yang dirasakan).

4.     Persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan event.

5.     Harapan masyarakat terhadap penyelenggaraan event.

1.6.2. Tehnik Pengumpulan Data

Sesuai dengan alat surveinya, metoda yang digunakan untuk menjaring informasi dari informan dan responden dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1.     Wawancara mendalam dengan pengelola event: dilakukan secara tatap muka langsung dengan dipandu dengan pedoman wawancara yang telah disiapkan.

2.     Penyebaran kuesioner kepada peserta/pengunjung: dilakukan secara tatap muka langsung, surveyor bertanya langsung kepada responden dipandu dengan kuesioner yang telah disiapkan untuk menjaring informasi dari peserta/pengunjnung.

3.      Penyebaran kuesioner kepada masyarakat: dilakukan secara tatap muka langsung, surveyor bertanya langsung kepada responden dipandu dengan kuesioner yang telah disiapkan untuk menjaring informasi dari masyarakat.

 

1.6.3.     Metode Pengambilan sample

Populasi penelitian ini adalah para pengunjung, masyarakat dan penyelenggara eventt. Jumlah responden yang diwawancarai adalah  60 pengunjung, 40 masyarakat yang terlibat, 2 hotel dan 1-2 penyelenggara eventt

Dalam mewawancarai responden terdapat beberapa kriteria yang harus diperhatikan yakni

-Berusia diatas 15 tahun atau sudah dewasa

-Warga Negara Indonesia

 

1.6.4.     Analisis data

Setelah dilakukan SPSS 15.0 maka penuis akan menganalisa dengan kualitatif dengan menggunakan analisa deskriptif. Pengolahan data menggunakan cross check terhadap temuan-temuan yang terungkap baik dalam kegiatan library maupun field search dan akan dianalisa dengan menggunakan SPSS untuk data kuantitatif dan analisa deskriptif sebagai pelengkap sehingga dapat mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Hasil pengolahan yang dilakukan secara verbal dan spatial selanjutnya digunakan sebagai acauan dalam menjabarkan dampak eventt pariwisata di lokasi penelitian.

 

1.7.          Sistematika Laporan

&n