Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pengumuman Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi dapat dilihat pada link berikut!
  • Pengumuman Pemenang ISTA 2018 dapat dilihat pada link berikut berikut!
  • Pengumuman Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 dapat dilihat pada link berikut!
  • Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018 dapat dilihat di link berikut!
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 Pengumuman Pemenang ISTA
 
CEO Message
CEO Message #45 Perguruan Tinggi Negeri-Pariwisata Kelas Dunia
4-Apr-2018 00:00

 

CEO Message #45

Perguruan Tinggi Negeri-Pariwisata Kelas Dunia

 

 

Tanggal 22 Maret lalu saya sudah meluncurkan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBM-PTN-Pariwisata) tahun akademik 2018/2019 di Bali. Karena itu saya memanfaatkan CEO Message minggu ini untuk secara khusus membahas Perguruan Tinggi Negeri-Pariwisata (PTN-P) dan pentingnya membangun SDM pariwisata berstandar global.  

 

Dulu SBM-PTN-P ini bernama Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi Akademi Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP), saya ganti namanya agar sesuai dengan penamaan dari Kementerian Ristek Dikti yaitu SBMPTN. Tujuannya adalah untuk standarisasi mutu dan memberikan kesempatan anak Indonesia untuk memilih sekolah di mana saja di Indonesia. Jadi orang Makassar misalnya, boleh memilih STP NHI Bandung.

 

Jadi melalui SBM-PTN-P pendaftaran dan seleksi masuk dilakukan secara bersama dan terintegrasi di antara 6 PTN-P, yaitu STP NHI Bandung, STP Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang dan Poltekpar Lombok.

 

Global Standard: 3C

Kenapa kita harus habis-habisan meningkatkan kualitas SDM pariwisata kita hingga berkelas dunia? Pertama-tama, saya selalu mengingatkan bahwa kalau ingin menjadi global player, maka kita harus menggunakan global standard. SDM kita harus berstandar global. Sekolah pariwisata kita harus berstandar global. Begitupun kurikulum kita harus berstandar global.

 

Kedua, kita harus sadar bahwa di era pasar bebas, flow of people akan begitu mudah dan cepat. Suka atau tidak suka kita akan diserang atau menyerang negara lain dalam percaturan global war of talent. Kalau kita punya SDM pariwisata mumpuni maka kita akan “menyerang” dengan mengekspor talent ke negara lain.

 

Sebaliknya, jika SDM pariwisata buruk, maka kita akan “diserang” oleh SDM terampil nan murah dari negera lain. Mereka akan membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia. Kita, misalnya, harus waspada dengan tenaga kerja Filipina yang mau digaji sama dengan orang Indonesia, namun rata-rata kemampuan bahasa Inggris mereka jauh lebih bagus.

 

Nah, untuk membangun STP berkelas dunia saya punya jurus 3C yaitu: Curriculum, Certification, Center of Excellence. Untuk menjadi kelas dunia maka enam PTN-P yang kita kelola harus memiliki kurikulum yang berstandar global; lulusan, dosen, dan institusinya harus disertifikasi oleh lembaga global dan pretisius; dan setiap PTN-P itu harus mampu memainkan peran sebagai pusat-pusat keunggulan (center of excellence) untuk bidang spesialisasinya masing-masing.

 

Mari kita cermati satu-persatu.

 


 

Curriculum

Untuk kurikulum saya menggunakan standar internasional, yaitu TedQual Certification dari UNWTO yang dikenal sangat bergengsi. Terkait kurikulum, pertama saya menuntut empat PTN-P untuk mempertahankan TedQual Certification. Keempat PTN-P tersebut adalah STP NHI Bandung, STP Nusa Dua Bali, Poltekpar Medan, dan Poltekpar Makassar. Mengingat masih baru, saya belum menargetkan untuk kedua PTN-P lainnya yaitu Poltekpar Palembang dan Poltekpar Lombok.

 

Dalam hal ini STP NHI Bandung patut mendapat acungan jempol karena awal tahun lalu berhasil mempertahankan TedQual Certfication untuk 14 program studinya sampai dengan tahun 2020 mendatang. Harap diketahui, STP NHI telah mendapat sertifikat ini secara berkala sejak 2009. Memang TedQual Certification ini dievaluasi dan dinilai ulang setiap tiga tahun, dan STP NHI selalu berhasil mempertahankannya.

 

Kedua, saya menginginkan entrepreneurship course yang pengajarannya dilakukan oleh para praktisi. Kurikulum tentang kuliah kewirausahaan ini telah selesai disusun bersama SBM-ITB. Menyadari bahwa kemampuan kewirausahaan ini tak bisa dipelajari hanya dari text book yang disampaikan oleh dosen di perguruan tinggi, maka ilmu praktis ini harus diajarkan oleh para praktisi lapangan yang sudah berpengalaman menjalankan bisnis. Entrepreneurship course ini harus dilaksanakan oleh enam PTN-P tanpa kecuali.   

 

Ketiga, saya mewajibkan STP NHI Bandung dan Bali untuk segera mengembangkan kelas internasional (international class program). Kelebihan STP NHI dibanding ITB itu terletak di kemampuan bahasa. Tapi kenapa ITB dulu yang punya kelas internasional, sedangkan STP Bandung dan Bali justru tidak punya.

 

Kalau kelas internasional ini dijalankan, maka dalam sekejap reputasi STP akan terdongkrak naik. Karena itu saya paksa STP NHI Bandung dan Bali untuk cepat menyelenggarakannya. Dan secara berseloroh, saya bilang ke rekan-rekan STP NHI Bandung saat acara wisuda beberapa waktu lalu, “Kalau tidak punya kelas international, kamu tidak akan bakal bisa mengalahkan ITB.”

 

Certification

Dalam hal sertifikasi saya juga menetapkan tiga target untuk keenam PTN-P. Pertama, keenam PTN-P 100% lulusannya harus mendapatkan sertifikasi berskala ASEAN yaitu MRA-TP (Mutual Recognition Arrangement for Tourism Professional). Tahun 2014 lalu SDM pariwisata yang sudah tersertifikasi ada sekitar 125 ribu, angka ini akan kita tingkatkan menjadi 500 ribu pada tahun 2019.

 

Saya sudah menghitung, kalau kita hanya mensertifikasi para pegawai, maka itu tidak akan cukup. Akhirnya kita punya ide untuk mensertifikasi semua lulusan (fresh graduates) PTN-P dan selanjutnya mensertifikasi semua lulusan SMK pariwisata. Dengan upaya ekstra ini kita yakin 500 ribu tenaga tersertifikasi bisa kita wujudkan di tahun 2019.

 

Kedua, sertifikasi juga harus kita lakukan untuk para dosen. Sertifikasi yang kita pakai adalah CHE (Certified of Hospitality Educator). Sertifikasi ini berada di bawah Association Hotel and Lodging Educational Institute (AHLEI), sebuah institusi nonprofit yang berdiri sejak tahun 1953. Untuk sertifikasi dosen, saya menetapkan target yang tidak begitu berat, yaitu 10% dari seluruh dosen di STP NHI Bandung dan STP Bali sampai tahun 2019.

 

Ketiga, saya juga menginginkan sertifikasi tak hanya untuk lulusan dan dosennya, tapi juga untuk institusinya. Untuk perguruan tinggi umum kita mengenal Ranking of World Universities yang dikeluarkan oleh Webometrics atau World University Rankings yang dikeluarkan oleh Times Higher Education (THE). Sementara untuk institusi pendidikan pariwisata bisa menggunakan Center for World University Ranking (CWUR) yang melakukan pemeringkatan untuk program studi hospitality, leisure, sport dan tourism.  

 

Center of Excellence

Agar bisa memainkan peran yang lebih berarti di tengah-tengah masyarakat, keenam PTN-P di bawah Kemenpar juga harus menjadi center of excellence di bidang tertentu yang menjadi spesialisasinya. Spesialisasi ini tentu saja harus mengacu pada resources dan advantages yang dimiliki oleh daerah dimana PTN-P itu berada.  

 

Karena itu kita mengarahkan Poltekpar Medan menjadi center of excellence untuk geotourism. Kenapa? Karena di situ ada Danau Toba. Kalau kita bicara geopark, maka potensi Danau Toba tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. STP Bali kita arahkan menjadi center of excellence untuk cultural tourism karena Bali memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. STP Bali bisa menjadikan seluruh pulau Bali sebagai “laboratorium”-nya.

 

Untuk sport tourism tak ada daerah lain (selain Jakarta) yang bisa mengalahkan Palembang. Kota ini memiliki Kompleks Olahraga Jakabaring dan berpengalaman menyelenggarakan berbagai event olahraga berskala internasional. Karena itu Poltekpar Palembang kita arahkan menjadi center of excellence untuk sport tourism.

 

STP NHI Bandung sudah mendahului menjadi center of excellence untuk halal tourism, karena itu Poltekpar Lombok kita arahkan ke culinary tourism dengan identitas Ayam Taliwang-nya. Sementara Makassar, karena memiliki tradisi maritim beratus-ratus tahun dan dikenal dengan kapal Phinisi-nya yang legendaris, kita arahkan menjadi center of excellence untuk maritime tourism.

 

Spesialisasi dan kekhasan masing-masing PTN-P ini menurut saya masih belum serius dikerjakan. Saya tahu, kalau keenam PTN-P ini tidak dipaksa, pasti upaya membentuk center of excellence ini tak akan pernah dikerjakan. Karena itu akan saya force terus, saya kasih waktu untuk mencapai target, dan saya cek terus-menerus.

 

Di samping enam center of excellence di enam PTN-P, kita juga mengembangkan inkubator bisnis melalui Wonderful Indonesia Tourism Entrepreneurship (WITE). Dengan menggandeng SBM ITB, saya memasang target setidaknya untuk empat PTN-P 10% dari lulusannya haruslah menjadi entrepreneur.

 

Lulusan PTN-P  yang menjadi GM sebuah perusahaan perhotelan bintang  5 itu gaji rata-ratanya Rp.60-80 juta sebulan atau sekitar Rp 1M per tahun. Untuk bisa mendapatkan kompensasi dan benefit yang jauh lebih tinggi, sangat disarankan untuk menjadi wirausahawan. Untuk itu ditargetkan 10% lulusan PTN-P agar menjadi entrepreneur.

 

Karena itu di depan para mahasiswa PTN-P saya katakan, jangan khawatir, saya akan terus membantu dan mendampingi mereka jika ingin membangun start-up company. Terutama akses untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan. Kemenpar sudah menjalin kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Di samping itu kini Kemenpar juga sedang mempersiapkan English Learning Center (ELC) di STP NHI Bandung dan STP Bali yang bekerjasama dengan institusi terbaik di Australia. Upaya ini nyambung dengan upaya untuk menyelenggarakan kelas internasional. Jadi PTN-P tak hanya menjadi center of excellence untuk pariwisata dan  kewirausahaan, tapi juga untuk bahasa.

 

 

Salam Pesona Indonesia!!!

 

Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

Laporan 4 Tahun Jokowi - JK

 

                Download

Pengumuman Seleksi CPNS

Hubungi Kami

      

E-Magazine

       

Selengkapnya...

 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved