Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pengumuman Seleksi CPNS Kemenpar Tahun 2018 dapat dilihat pada link berikut!
  • Pengumuman daftar nomine ISTA 2018 dapat dilihat pada link berikut!
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 
CEO Message
CEO Message #41 DESTINASI DIGITAL
13-Feb-2018 09:00

Di banyak forum, saya sering mempresentasikan Destinasi Digital! Sebuah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram. Kids Zaman Now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah: “Instagramable.”

Maka, syarat utama membangun destinasi baru ini: harus layak foto atau fotogenik. Ciptakan 1.001 spot foto yang melahirkan banyak impressions. Ketika orang berdiri di sana, 360 derajat plus atas, plus bawah, penuh dengan objek foto.

Yang dibayangkan oleh desainer destinasi digital adalah gambar di screen handphone, ketika hendak di-capture! Buat semua sudut menjadi surga buat fotografer dan videografer. Temukan sensasi gambar dan suasana destinasi yang tidak ada di tempat lain, semakin eksklusif semakin mengundang orang datang.

Anak-anak muda komunitas GenPI —Generasi Pesona Indonesia—, membuat konsep pasar, sebagai bungkus Destinasi Digital. Pasar adalah tempat yang paling egaliter di dunia, paling bebas tawar menawar, dan tempat ngerumpi segala tema.

Makna pasar itu bukan hanya sekotak tempat berjumpa buyers dan sellers. Pasar adalah tempat kreatif, tempat berkumpul, berinteraksi yang melahirkan apa saja. Pasar-pasar Genpi yang merupakan Destinasi Digital itu bakal menjadi kekuatan baru yang ngetop karena selalu menggerakkan 3F (Friends, Followers, dan Fans) mereka.

Sejak Triwulan ke-IV tahun 2017, kita punya 7 Pasar Genpi yang kita juluki sebagai Destinasi Digital. Diawali sukses Pasar Karetan Kendal Jawa Tengah. Lalu dikembangkan di tempat lain, Pasar Pancingan Lombok, Pasar Siti Nurbaya Padang, Pasar Baba Boen Tjit Palembang, Pasar Tahura Lampung, Pasar Kaki Langit Jogja dan Pasar Mangrove Batam.

Destinasi Digital ini bisa menjadi incubator buat GenPI untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat Creative Values sekaligus Commercial Values. Anak-anak muda millennials itu akan belajar bermedia sosial yang keren, positif, mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia. Sekaligus belajar bisnis, menciptakan peluang, dan menggerakkan  ekonomi masyarakat.

Destinasi Digital juga mengasah mereka untuk terus berkreasi, berinovasi, mengikuti selera zaman yang makin cepat bergerak. Saya ingin menghidupkan minimal 100 Pasar Genpi baru di tahun 2018 ini. Kita kategorikan menjadi 3, sama dengan portofolio bisnis pariwisata.

Pertama Destinasi Digital Nature, yang berbasis pada alam sebagai objek selfie, seperti pedesaan, sawah, gunung, hutan, pantai, dan semua unsur alam. Kedua, Destinasi Digital Culture, yang mengambil tema karya budaya, seperti heritage, kota lama, kota tua, taman budaya, kuliner, busana nusantara, dan lainnya.

Ketiga, Destinasi Digital Man-made atau kita sebut Urban Market, untuk di dalam kota. Seperti Pasar Kampung Bekelir di Kota Tangerang, Banten, yang dimotori GenPI Kota Tangerang dan GenPI Banten, dan sudah kick off hari Minggu, 11 Februari 2018 lalu. Objek selfie-nya, gambar-gambar kreatif, tiga dimensi, dengan food truck dan aneka kuliner modern.

Bagi daerah-daerah yang ingin punya Destinasi Digital, silakan..! Terbuka untuk semua daerah, yang ingin memberdayakan potensi wilayahnya dengan pariwisata. Silakan berdayakan  GenPI, Generasi Pesona Indonesia. Anak-anak muda yang hidupnya 70% eksis di dunia maya. Dan ingat, 70% travellers kita sudah menggunakan digital untuk look, book, pay.

Fasilitas apa yang juga wajib ada di #DestinasiDigital #GenPI ? Selain spot selfie yang fotogenik? Pertama, Wifi, agar mereka yang sedang kopi darat bisa live report, live Facebook, live Insta Story, video call, upload foto dan video, dan terkoneksi dengan internet. Kedua, colokan listrik, antisipasi powerbank yang memenuhi di tas mereka habis baterai.

Menyambut tahun 2018 yang challenging ini, diperlukan inovasi baru dalam mengelola dan memasarkan pariwisata kita. Dalam WIN Way, saya mengatakan  hasil yang luar biasa hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa! Cara yang tidak biasa itu saya biasa sebut dengan Smart, satu dari 3S WinWay, Solid-Speed-Smart!

Untuk itu kita harus terus berinovasi menciptakan sesuatu yang unik dan tidak biasa. Terkait dengan produk pariwisata, salah satunya adalah destinasi digital. Ini selalu meledak, kenapa meledak? Ini selalu memenuhi kebutuhan, kebutuhan anak millennials yang begitu haus akan pengakuan.

 

Jadi, apa sebenarnya destinasi digital?

Kalau menurut bahasa anak muda adalah destinasi yang instagramable. Destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now). Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang 'berbagi' di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini.

Dari sisi customer management, target market yang dibidik adalah generasi milenial atau istilah kekiniannya “Kids Zaman Now”. Konsumen milenial adalah konsumen yang paling haus akan pengalaman (experience) dibanding generasi-generasi sebelumnya. Survei di seluruh dunia (Everbrite-Harris Poll, 2014) membuktikan bahwa milenial lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk pengalaman (experience) ketimbang barang (material goods).

Everbrite-Harris Poll menulis: “For millennials, happiness isn’t as focused on possessions or career status. Living a meaningful, happy life is about creating, sharing and capturing memories earned through experiences.”

Ada pergeseran arti kebahagiaan antara Kids Zaman Now dengan generasi-generasi sebelumnya. Bagi mereka, kebahagiaan bukan ditentukan oleh kepemilikan akan rumah besar, mobil mewah, atau karir yang mentereng, tapi mendapatkan pengalaman dan membaginya ke teman-teman dan orang lain, butuh akan pengakuan.

Maka, positioning yang diambil adalah Esteem Economy, mengacu pada apa yang dijelaskan oleh Prof. Rhenald Kasali bahwa manusia selalu mencari cara untuk mendapatkan pengakuan berupa share, like dan jempol.

Lalu kita lihat dari sisi product management, dimana diferensiasinya adalah destinasi yang ‘digital’. Pariwisata kita semakin kreatif, makin instagramable, memikirkan objek gambar, agar kalau difoto, layak diposting di medsos, dan banyak likes, comments, banyak repost, share, dan interaksi positif.

Apakah cukup dengan banyak spot foto yang Instagramable itu? Bagaimana dengan suasana di alam nyata? Idealnya, fisik destinasinya juga harus menarik, agar orang bisa berlama-lama berada di Destinasi Digital, bahkan merasa “kangen” untuk selalu ke sana. Maka, setiap Minggu selalu bertema, selalu menghadirkan sensasi keunikan baru, games baru, dan spot selfie baru.

Begitu pula dari sisi brand management, branding dari sisi promosi, media harus berpromosi, jika ingin semakin kuat di pasar anak muda ke masa depan. Promosi harus juga dilakukan secara digital. Setiap kita luncurkan sebuah destinasi digital, selalu menjadi trending topic.

Destinasi digital kita buat untuk melengkapi portofolio produk yang kita punya menyesuaikan portofolio customer yang kita bidik.

 

Menutup CEO Message ini, saya mengingatkan lagi bahwa untuk mencapai hasil yang luar biasa kita harus selalu menghasilkan ide-ide yang tidak biasa. Inovasi adalah suatu keharusan untuk bisa mengejar ketertinggalan dari pesaing-pesaing kita. Target 17 juta wisatawan mancanegara tahun ini harus kita rebut!

 

Salam Pesona Indonesia ... !!!

Salam GenPI ... GAS !!!.

 

Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

Menteri Pariwisata

Pengumuman Seleksi CPNS

DAFTAR NOMINE ISTA 2018

 

Hubungi Kami

      

E-Magazine

       

Selengkapnya...

 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved