Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pengumuman Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi dapat dilihat pada link berikut!
  • Pengumuman Pemenang ISTA 2018 dapat dilihat pada link berikut berikut!
  • Pengumuman Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 dapat dilihat pada link berikut!
  • Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018 dapat dilihat di link berikut!
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 Pengumuman Pemenang ISTA
 
Berita Utama
Siaran Pers : Menpar Paparkan Wonderful Indonesia Go Digital di Watimpres
13-Mar-2018 00:00

SIARAN PERS
KOMBLIK/IV/III/2018

Menpar Paparkan Wonderful Indonesia Go Digital di Watimpres
 
Jakarta, 12 Maret 2018—Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memaparkan program Wonderful Indonesia Go Digital dalam diskusi bertajuk ‘Perkembangan Teknologi Digital di Indonesia’ yang berlangsung di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jakarta, Senin (12/3/2018).

Diskusi tersebut diadakan untuk
Mendapatkan informasi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital terbaru yang ada di Indonesia dari alternatif kebijakan yang harus diambil untuk mengantisipasi dampak dan tantangan secara keseluruhan termasuk di sektor perekonomian Indonesia.

Dengan materi berjudul Wonderful Indonesia Go Digital, Menpar menitikberatkan diskusi pada peran pemerintah untuk fleksibel terhadap tuntutan jaman. Kehadiran dunia digital menentukan deregulasi agar pemerintah menyesuaikan perkembangan zaman.

Dalam diskusi yang dipimpin Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih dan dihadiri Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)  Triawan Munaf, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng, dan Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa, Menpar Arief Yahya  menjelaskan bahwa seiring dengan perubahan konsumen yang makin digital dan hyper-connected  kini muncul tren sharing economy di sektor pariwisata. Model bisnis berbagi ini merupakan cara baru yang dilakukan oleh generasi baru Milenial untuk melakukan bisnis dengan cara yang lebih efisien yaitu saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources. 

“Jika dahulu dalam pendekatan  owning economy harus menguasai; membeli aset, memerlukan capital expenditure, dan banyak idle capacity sekarang ini dengan sharing economy tanpa harus melakukan hal tersebut akan lebih banyak memanfaatkan semaksimal mungkin idle capacity atau lebih super-efisien,” kata Arief Yahya.  

Dengan menerapkan sharing economy kini bermunculan perusahaan-perusahaan digital yang mampu secara revolusioner mengubah lanskap industri pariwisata. Misalnya, perusahaan AirBnB yang sama sekali tidak memiliki hotel kini bisa menjadi perusahaan pemesanan kamar terbesar di dunia, demikian  halnya perusahaan Uber yang tidak memiliki armada taksi bisa menjadi perusahaan pemesanan taksi terbesar di dunia. AirBnB yang didirikan tahun 2007 bermula dari gagasan menyewakan kamar yang kosong, kata Arief Yahya,  kini valuasi perusahaan ini sebesar US$ 1.3 miliar di tahun 2012 dengan 2 juta transaksi kemudian  meningkat menjadi US$ 30 miliar di tahun 2016 dengan lebih dari 36 juta transaksi dan angka fantastis ini melebihi capaian jaringan hotel konvensional seperti Hilton atau Hyatt.

Begitu pula Grab dan Gojek telah memiliki kapitalisasi pasar lebih besar yaitu masing-masing Rp 20 triliun dan Rp 38 triliun mengalahkan Blue Bird dan Garuda Indonesia yang memiliki kapitalisasi pasar masing-masing Rp 9,8 triliun dan Rp 12,3 triliun. Hal ini juga terjadi pada online travel agent seperti Traveloka bisa bernilai sekitar Rp 15 Triliun mengalah perusahaan travel agent besar di Indonesia yang memiliki kapitalisasi kurang dari Rp 1 triliun.

Melihat tren dunia tersebut, menurut Arief Yahya, maka jelas industri pariwisata nasional harus mengambil peluang dari munculnya sharing economy untuk menyatukan dan mengkolaborasikan seluruh elemen Pentaheliks (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media ) dalam payung Indonesia Incorporated.

“Untuk itulah Kemenpar sejak tahun lalu berinisiatif mengembangkan Indonesia Travel Exchange (ITX) sebagai platform online travel agent (OTA) B to B yang dapat digunakan oleh setiap pelaku industri atau komunitas untuk menempatkan inventori yang dimiliki dan kemudian dapat digunakan untuk menawarkan paket-paket wisata kepada para travellers di seluruh dunia,” kata Arief Yahya.

Dalam platform sharing atau platform market place tersebut pelaku industri pariwisata atau komunitas sebagai pemasok dapat menginformasikan apa yang dimiliki dan dapat digunakan, dan traveller dapat melakukan look-book-pay secara mudah, murah, dan cepat. Menpar memberi contoh; Trip Advisor dan Ctrip.com adalah contoh platform look. Booking.com dan Traveloka.com adalah contoh platform book, sedangkan Alipay dan Paypal adalah contoh platform pay.

Guntur Sakti
08127024856 / 081299097620
pusformasbudpar@yahoo.com
Kepala Biro Komunikasi Publik
Kementerian Pariwisata

Laporan 4 Tahun Jokowi - JK

 

                Download

Pengumuman Seleksi CPNS

Hubungi Kami

      

E-Magazine

       

Selengkapnya...

Tourist Statistik

Kinerja
Daftar LSU Pariwisata
Laporan Akuntabilitas Kementerian Pariwisata (LAKIP) Tahun 2017
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Selengkapnya...
Pengumuman
Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar
Penundaan Pengumuman CPNS
Pengumuman Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved