Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pengumuman Pemenang ISTA 2018 dapat dilihat pada link berikut berikut!
  • Pengumuman Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 dapat dilihat pada link berikut!
  • Pengumuman Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar dapat dilihat pada link berikut!
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 Pengumuman Pemenang ISTA
 
Berita Utama
Narasi Tunggal : Pengguna Kartu Elektronik di Jalan Tol Mencapai 92%
30-Okt-2017 17:00

JAKARTA - Penggunaan kartu elektronik (E-Toll) di seluruh jalan tol pada 31 Oktober 2017 menjadi pendorong utama dari Gerakan Nasional Nontunai. Hingga saat ini sudah 92% pengguna jalan tol yang memakai transaksi nontunai di tol.  

"Elektronifikasi gerbang tol pada 31 Oktober 2017 dicanangkan 100%. Sekarang ini sduah 92% pengguna jalan tol memakai E-Toll pada 27 Oktober 2017," ungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna. 
 
Demikian disampaikan Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Implementasi E-Toll, Mempermudah atau Mempersulit?” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (30/10/2017).
 
Turut Hadir sebagai pembicara dalam FMB 9 antara lain Vice President Operations Management PT Jasa Marga Raddy R Lukman, perwakilan dari Himbara Hendra Utoyo (BRI), Nandan Sadaya dari Mandiri, pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriyatna, dan pengamat Transportasi Universitas Indonesia Ellen Sophie Wulan Tangkudung.
 
Lebih lanjut, Herry menerangkan dari 92% pengguna E-Toll tersebut dengan rata-rata pengguna di setiap kluster yakni Jabodetabek 95%, 
Non Jabodetek 88% dan Luar Jawa (Belmera, Makassar, Bali) 77%. 
 
Kenapa harus menyeluruh pemakaian E-Toll? Menurut Herry hal ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman antara PT Jasa Marga, Bank Indonesia dengan Kementerian PUPR untuk menyukseskan Program Gerakan Nasional Nontunai. Elektronifikasi jalan tol menjadi tumpuan untuk menggerakkan masyarakat ramai-ramai memanfaatkan transaksi nontunai. 
 
Tujuan elektronifikasi jalan tol adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol. BPJT menambahkan dengan E-Toll diharapkan membuat pengguna jalan tol aman, akurat, praktis dan lebih cepat. "Tapping dengan kartu kurang dari 3 detik kalau dengan tunai bisa lebih dari 7 detik. Apalagi jika ada kembalian uang," jelas Herry. 
 
Dari sisi operator, Herry menjelaskan bakal terjadi efisiensi dalam biaya operasi gerbang tol, cost handling, risiko uang palsu, dan tidak perlu menyiapkan uang kembalian. (kwb/jpp)
Laporan 4 Tahun Jokowi - JK

 

                Download

Pengumuman Seleksi CPNS

SAYEMBARA DESAIN

 

Hubungi Kami

      

E-Magazine

       

Selengkapnya...

Tourist Statistik

Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kementerian Pariwisata (LAKIP) Tahun 2017
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Pengumuman Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi
Pengumuman Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved