Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 ISTA
 
Berita Utama
Siaran Pers Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2017
15-Mei-2017 18:00

Jakarta, 15 Mei 2017---- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggelar Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2017 yang akan berlangsung  di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng pada 19 - 22 Mei 2017. Penyelenggaraan FBIM 2017 akan menampilkan 20 kegiatan utama berupa berbagai seni pertunjukan dan permainan tradisional yang diangkat dari kearifan lokal masyarakat Kalteng yang akan berlangsung di 4 lokasi yakni;  Taman Kota Sampit, Sungai Mentaya (Pelabuhan Patung Jelawat), Borneo Citymall, dan Stadion 29 Nopember Kota Sampit. 

Penyelenggaraan event tahunan pesta budaya FBIM yang telah berlangsung sejak 1993 ini dalam rangka mempromosikan sekaligus melestarikan dan mengembangkan budaya dan potensi pariwisata Kalteng yang bertumpu pada daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan wisata buatan (manmade) serta mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kalteng yang mentargetkan sebanyak 553.000 wisatawan pada 2019. “Khusus untuk penyelenggaraan FBIM 2017 kita mentargetkan 10.000 wisatawan nusantara  (wisnus) dan 500 wisatawan mancanegara (wisman),” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan bersama Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara (BP3N) Kemenpar Esthy Reko Astuti dalam jumpa pers persiapan penyelenggaran FBIM 2017 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Senin (15/5). 

Guntur Talajan mengatakan, penyelenggaraan FBIM yang telah berlangsung sejak 1993 dalam perjalananan hingga kini semakin meningkat baik dari jumlah kegiatan atau lomba maupun masyarakat yang datang untuk menyaksikan  festival budaya tersebut semakin miningkat jumlahnya termasuk wisnus dan wisman. “Kami mengundang  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya  untuk membuka FBIM 2017 yang akan berlangsung di Stadion 29 Nopember Sampit pada hari Jumat (19/5),” kata  Guntur Talajan.
 
Disebutkan dalam  acara pembukaan FBIM 2017 akan dimeriahkan dengan kegiatan Karnaval Budaya yang diikuti para peserta dari utusan kabupaten/kota se-Kalteng, SOPD provinsi, SOPD Kabupaten Kotawaringin Timur, sanggar/panguyuban, ormas, swasta, perguruan tinggi, pemuda dan pelajar Kotawaringin Timur.  ”Penyelenggaraan FBIM 2017 yang mengangkat tema “Eksistensi Kearifan Lokal Menuju Kalteng Berkah” untuk mendukung Visi dan Misi Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur H.Habib Ismail,” kata  Guntur Talajan.
 
 
Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara (DBP3N) Kemenpar Esthy Reko Astuti memberikan apresiasi penyelenggaraan FBIM 2017 sebagai sarana yang  efektif untuk melestartikan dan mengembangkan budaya masyarakat berupa  seni pertunjukan dan permainan tradisional yang diangkat dari kearifan lokal masyarakat sebagai bagian dari Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia sekaligus untuk mempromosikan potensi pariwisata Kalteng.
 
Esthy Reko Astuti mengatakan, portofolio bisnis pariwisata  Indonesia bertumpu pada potensi budaya (culture) mempunyai porsi  paling besar 60%,  alam (nature) 35%  dan  manmade 5%.  Potensi  culture dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah (heritage  and pilgrim tourism) 20%; wisata belanja dan kuliner (culinery and shopping tourism) 45%;  dan wisata kota dan desa (city and village tourism) 35%. Potensi alam (nature)  dikembangkan dalam produk wisata bahari (marine tourism) 35% ; wisata ekologi (eco tourism) 45%;  dan wisata petualangan (adventure tourism) 20%, sedangkan buatan manusia man-made  dikembangkan dalam wisata MICE (MICE and event tourism) 25%;  wisata olahraga (sport tourism) 60%; dan obyek wisata yang terintergrasi (integrated area tourism) 15%. 
 
 
“Penyelenggaraan pesta budaya  FBIM 2017 menampilkan berbagai keragaman dan keunikan kearifan lokal masyarakat  suku Dayak di Kalteng  ini bagian dari atraksi yang unsur terpenting dalam memperkuat unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas),” kata Esthy Reko Astuti, seraya mengatakan unsur atraksi tersebut harus pula didukung dengan unsur amenitas dan aksesibilias terutama konektivitas udara sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalteng.  
 
Event FBIM 2017 dimeriahkan dengan 20 kegiatan utama yakni; Karnaval Budaya;  Putra-Putri Pariwisata; Tari Daerah; Karungut; Mangenta; Malamang; Mamasak; Mangaruhi; Balogo; Habayang; Maneweng, Manetek, Manyila Kayu; Jukung Tradisional; Besei Kambe; Jukung Hias; Manyipet; Lagu Daerah; Lawang Sakepeng; Fotografi; Sepak Sawut; dan Panginan Sukup Simpan (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)
Tourist Statistik

Fokus Berita
Angklung Orkestra Festival Digelar Kabupaten Kuningan
Narasi Tunggal: Hemat Energi Potong 10% Dorong Kesadaran Pemanfaatan Energi Bertanggung Jawab
Narasi Tunggal: Kebangkitan Nasional, Momentum Peningkatan Kompetensi Manusia Indonesia di Era Digitalisasi
Jagir Festival 2017: Merawat Pesona Tatar Galuh
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Dan Budaya
Selengkapnya...
Pengumuman
Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved