Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 ISTA
 
Berita Utama
Siaran Pers Persepsi Positif Media Tentukan Keberhasilan Pariwisata
4-Mei-2017 12:00

Don Sardono menjelaskan, pariwisata nasional dibangun dengan melibatkan semua unsur sebagai kekuatan pentahelix; akademisi, pelaku bisnis, komunitas,  pemerintah, dan media.  Don memberikan perbandingan (banchmarking) dengan negara persaing; Thailand dan Malaysia salah satu kunci keberhasilan pariwisata mereka karena kuatnya dukungan media dalam memberikan persepsi positif terhadap kejadian negatif yang dapat merugikan industri pariwisata mereka. “Kalau ini bisa kita lakukan, pariwisata nasional akan cepat maju. Di sini dibutuhkan kepiawaian para jurnalis dalam membuat lead berita yang negatif  agar dapat memberikan persepsi positif ,” kata Don Sardono. 

Sementara itu Bupati Sleman H.Sri Purnomo menjelaskan, persepsi positif media harus terus diciptakan oleh kalangan jurnalis bukan sebaliknya mencari hal-hal negatif  yang berdampak luas terhadap pariwisata yang di dalamnya menjadi sumber penghidupan masyarakat luas termasuk  kelompok usaha kecil dan menengah di antaranya para pengelola homestay desa wisata.  
 
Bupati H.Sri Purnomo memberi contoh, di Kabupaten Sleman terdapat sekitar  sekitar 250 ribu mahasiswa yang kuliah diperguruan tinggi negeri dan swasta sebagian besar mereka berhasil menyelesaikan dengan baik, tetapi kalau ada satu-dua mahasiswa yang melenceng justru yang kerap menjadi berita  adalah kegagalan itu, “Saya sangat setuju apa yang disampaikan Pak Don Sardono,  persepsi positif media harus terus diciptakan,” kata H.Sri Purnomo, seraya mengatakan, kemajuan pariwisata di Kabupaten Sleman karena peran media. Kabupaten Sleman fokus pada pengembangan homestay, saat ini dari dari 31 desa wisata,  10 desa wisata  di antaranya memiliki homestay sebanyak 300 unit. “Media belakangan ini gencar menginformasikan homestay dan obyek-obyek baru sekitar Prambanan Sleman,” kata  Sri Purnomo.
 
 
Melalui tulisan-tulisan yang menarik membuan kunjungan wisman ke Indonesia semakin meningkat dan dampaknya lapangan kerja tercipta luas dan kesejateraan semakin dirasakan masyarakat. “Peran jurnalis sangat besar dalam hal ini. Karya para jurnalis yang membuat wisman banyak datang merupakan perbuatan ibadah. Saya menyebut karya para jurnalis ini sebagai ‘jarimu adalah pesonamu,” kata Ukus Kuswara  ketika membuka  sekaligus menjadi pembicara dalam workshop. 
 
Ukus Kuswara mengatakan, pemerintah menetapkan pariwisata sebagai leading sector  karena kegiatan pariwisata merupakan cara yang paling mudah, murah, dan cepat untuk meningkatkan devisa, PDB, dan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. “Kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu; kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas,  pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix. Kerjasama semua unsur pariwisata sebagai Indonesia Incorporated  menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai  leading sector  perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.
 
 
Kegiatan workshop diikuti 50  jurnalis media cetak, online, dan elektronik dari Semarang, Yogyakarta, Solo dan Magelang (Forum Wartawan Joglosemar) dan Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta. Usai mengikuti workshop para peserta mendapatkan kesempatan mengunjungi desa wisata Pentingsari Sleman yang berhasil memberdayakan masyarakat desa dengan membangun usaha homestay dan sudah menerapkan go digital. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)
Tourist Statistik

Fokus Berita
"Siaran Pers" Menpar Arief Yahya Membuka Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF)
Narasi Tunggal : INDONESIA DEVELOPMENT FORUM: MEMERANGI KETIMPANGAN UNTUK PERTUMBUHAN YANG LEBIH BAIK
Narasi Tunggal : Imunisasi Campak dan Rubella untuk Penuhi Hak Anak Indonesia
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved